Pendidikan Seperti Apa Yang Dibutuhkan Sebenarnya ?

Pendidikan memang sangatlah penting untuk manusia, dengan pendidikan yang layak manusia bisa mengetahui mana yang bermanfaat untuk dirinya dan mana yang mendatangkan keburukan untuk dirinya. Ada banyak sekali macam pendidikan yang sudah dibahas oleh pakar – pakar pendidikan sehingga kita disarankan untuk menempuh pendidikan yang cukup lama, kurang lebih 16 tahun kita bersekolah. Itu saja saya tidak menghitung perguruan tinggi. Berarti kurang lebih genal 20 tahun waktu kita digunakan untuk sekolah. Lalu sudah pintarkah anda sekarang ini ?

Relative, apalagi kecerdasan dan kepintaran tidak lagi bisa diidentifikasikan dari nilai – nilai akademis karena sekarang banyak juga sekolah – sekolah yang tidak bertanggung jawab menyulap nilai anak didiknya hingga menjadi luar biasa. Namun kenyataan ketika masuk dalam dunia yang sebenarnya, iya sama sekali tidak bisa berkutik dan menggunakan apa yang sudah dia dapat di pendidikan akademisnya.

Lalu, pendidikan seperti apa yang seharusnya kita ikuti dan layak kita dapatkan ?

Mungkin saya sedang berhayal tentang sebuah pendidikan yang benar – benar berguna dan bermanfaat untuk kehidupan manusia seutuhnya. Sebuah kurikulum pendidikan yang nyata, dengan mengambil dasar latar belakang prilaku dan kebutuhan manusia pada umumnya dan secara khusus bagi mereka yang berminat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan lainnya.

Kurikulum ini akan menghapus banyak mata pelajaran yang mungkin dinilai kurang prioritas dan tidak perlu ditonjolkan. Pendidikan agama misalnya, tidak perlulah adanya ujian tertulis, atau nilai kuantitatif, cukuplah guru mengajarkan apa yang wajib dan apa yang harus diketahui sesuai dengan tingkat usia mereka. Tekankan pada pengamalan dan tindakan nyata dikehidupan keseharian mereka. Demikian juga pendidikan moral dan etika.

Mungkin hal ini bisa mengurangi beban mereka dalam berfikir, karena jujur atau tidak anak – anak terbebani dengan menghafalkan banyak sekali teori yang mungkin sudah mereka lakukan di kehidupan nyata. Namun mereka takut nilai yang diperoleh jelek hingga ahirnya mereka menghapalnya, padahal tujuan dari diajarkannya ilmu itu sudah tercapai. Seperti ini yang ada di dalam benak penulis tentang pendidikan, bagaimana dengan anda ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *