pengertian zakat mal..

zakat mal yaitu zakat yang dipakai atas harta yang dipunyai oleh individu dengan kriteria serta bebrapa ketetapan yang sudah diputuskan dengan syarak.

Kriteria harta

Harta yang juga akan di keluarkan jadi zakat mesti penuhi kriteria seperti berikut :

Punya penuh, yaitu harta itu adalah punya penuh individu yang juga akan keluarkan zakat.
Berkembang, yaitu harta itu mempunyai potensi untuk berkembang apabila diupayakan.
Menjangkau nisab, yaitu harta itu sudah menjangkau ukuran/jumlah spesifik sesuai sama ketentuan, harta yg tidak menjangkau nishab tidak harus dizakatkan serta disarankan untuk berinfak atau bersedekah.

Lebih dari keperluan pokok, orang yang berzakat sebaiknya keperluan minimum/pokok untuk hidupnya tercukupi terutama dahulu
Bebas dari Hutang, apabila individu mempunyai hutang yang apabila dikonversikan ke harta yang dizakatkan menyebabkan tidak tercukupinya nisab, serta juga akan dibayar pada saat yang sama jadi harta itu bebas dari keharusan zakat.

Berlalu setahun (Haul), kepemilikan harta itu sudah menjangkau setahun spesial untuk ternak, harta simpanan serta harta perniagaan. zakat fitrah dengan uang Hasil pertanian, buah-buahan serta rikaz (barang temuan) tidak mempunyai prasyarat haul.

Macam-macamnya

Beberapa macam zakat Mal dibedakan atas objek zakatnya diantaranya :

Hewan ternak. Mencakup semuanya type & ukuran ternak (contoh : sapi, kerbau, kambing, domba, serta ayam)
Hasil pertanian. Hasil pertanian yang disebut yaitu hasil tumbuh-tumbuhan atau tanaman yang bernilai ekonomis seperti biji-bijian, umbi-umbian, sayur-mayur, buah-buahan, tanaman hias, rumput-rumputan, dedaunan, dan lain-lain.

Emas serta perak. Mencakup harta yang terbuat dari emas serta perak berbentuk apa pun.

Harta perniagaan. Harta perniagaan yaitu semuanya yang ditujukan untuk diperjual-belikan dalam beragam macamnya, baik berbentuk barang seperti alat-alat, baju, makanan, perhiasan, dan lain-lain. Perniagaan disini termasuk juga yang diupayakan dengan perseorangan ataupun grup/korporasi.

Hasil tambang (makdin). Mencakup hasil dari sistem penambangan benda-benda yang ada dalam perut bumi/laut serta mempunyai nilai ekonomis seperti minyak, logam, batu bara, mutiara dan sebagainya.

Barang temuan (rikaz). Yaitu harta yang diketemukan serta tidak di ketahui pemiliknya (harta karun).

Zakat profesi, yaitu zakat yang di keluarkan dari pendapatan profesi (hasil profesi) apabila sudah menjangkau nisab. Profesi disebut meliputi profesi pegawai negeri atau swasta, konsultan, dokter, notaris, akuntan, artis, serta wiraswasta.

Yang memiliki hak menerima

Berdasar pada firman Allah QS At-Taubah ayat 60, kalau yang memiliki hak terima zakat/mustahik seperti berikut :

Orang fakir : orang yang sangat sengsara hidupnya, tidak memiliki harta serta tenaga untuk penuhi penghidupannya.
Orang miskin : orang yg tidak cukup penghidupannya serta dalam kondisi kekurangan.

Amil : orang yang di beri pekerjaan untuk menyatukan serta membagikan zakat.
Mualaf : orang kafir yang ada keinginan masuk Islam serta orang yang baru masuk Islam yang imannya masih tetap lemah.

Hamba sahaya : memerdekakan budak meliputi juga untuk melepas muslim yang ditawan oleh beberapa orang kafir.

Orang berhutang : orang yang berutang karna untuk kebutuhan yang bukanlah maksiat serta tidak mampu membayarnya. Mengenai orang yang berutang untuk pelihara persatuan umat Islam dibayar utangnya itu dengan zakat, meskipun ia dapat membayarnya.

Sabilillah : yakni untuk kepentingan pertahanan Islam serta golongan muslimin. Diantara mufasirin ada yang memiliki pendapat kalau fisabilillah itu meliputi juga beberapa kebutuhan umum seperti membangun sekolah, rumah sakit, madrasah, masjid, pesantren, ekonomi umat, dan lain-lain.

Ibnu sabil : orang yang tengah dalam perjalanan yang bukanlah maksiat alami kesengsaraan dalam perjalanannya. Atau orang yg menuntut pengetahuan ditempat yang jauh yang kehabisan bekal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *