Sehat Itu Mahal

Kesehatan adalah satu diantara unsur perlu yang begitu diperlukan oleh tiap-tiap susunan orang-orang. Karena itu tidak mengherankan bila ada beberapa orang-orang yang ikhlas keluarkan uang berjuta-juta bahkan juga hingga pergi ke luar negeri cuma untuk memperoleh service kesehatan yang tambah baik. Karenanya tidak salah semboyan yang menyebutkan, “Sehat itu mahal. ”

Seperti perbincangan gw dengan satu diantara ibu yang tinggal tidak jauh dari lingkungan rumah gw, ibu itu mempunyai anak yang sakit-sakitan tetapi hingga saat ini belum juga dibawa berobat, serta saat gw bertanya argumen ibu itu belum juga membawa anaknya berobat, ibu itu cuma menjawab, “Biaya berobat saat ini mahal, gw tidak dapat membawa anak gw berobat. ”

Begitu hati gw miris mendengar jawaban ibu itu. Lantas dimana pemerintah dengan adanya banyak program kesehatan untuk rakyat miskin?

Pemerintah mempunyai tanggung jawab dalam memberi service kesehatan yang rata untuk semua orang-orang. Lewat Departemen Kesehatan, pemerintah memberi sebagian misi serta visi yang menginginkan diraih untuk membuat orang-orang yang sehat serta sejahtera. Th. 2014-2019 Depkes mempunyai Visi Gagasan Strategis yang menginginkan diraih yaitu “Masyarakat Sehat yang Mandiri serta Berkeadilan“.

Bila kita merujuk pada visi ini, jadi kita juga akan lihat begitu pemerintah begitu pikirkan kesehatan serta kesejahteraan orang-orangnya. Tetapi apakah visi ini sudah betul-betul diaplikasikan untuk orang-orang Indonesia?

Gw menginginkan mengajak kita lihat sepintas mengenai misi serta visi Departemen Kesehatan di th. 2014-2019 ini. Ada 6 gagasan kiat yang menginginkan diraih, serta gw menginginkan mengutamakan pada point ke-4 yang merujuk pada peningkatkan pengembangan serta pendayagunaan SDM kesehatan yang rata serta berkualitas.

Dan point ke-5 yang mengutamakan pada peningkatkan ketersediaan, pemerataan, serta keterjangkauan obat serta alat kesehatan dan menanggung keamanan, manfaat, manfaat, serta kualitas sediaan farmasi, alat kesehatan serta makanan.

Lewat visi ini kita bisa lihat kalau sesungguhnya kesehatan yang rata serta berkualitas adalah tanggung jawab pemerintah pada tiap-tiap susunan masyarakan, tidak kecuali. Ada Jaminan Kesehatan adalah langkah konkrit yang sudah diprogramkan Departemen Kesehatan.

Puskesmas, Riwayatmu Kini

Puskesmas yaitu satu persatuan kesehatan fungsional, adalah pusat pengembangan kesehatan orang-orang di samping juga membina ikut serta orang-orang, memberi service secara detail serta terpadu pada orang-orang di lokasi kerjanya berbentuk aktivitas pokok.

Karenanya, puskesmas memiliki wewenang serta tanggung jawab atas pemeliharaan kesehatan orang-orang dalam lokasi kerjanya. Lokasi kerja puskesmas mencakup satu kecamatan atau beberapa dari kecamatan.

Lewat keterangan diatas, kita bisa lihat kalau puskesmas adalah fasilitas kesehatan untuk orang-orang yang tinggal di pedesaan yang beberapa besar adalah rakyat miskin. resep cemilan sehat Satu diantara pekerjaan pemerintah daerah dalam memberi service kesehatan yaitu lewat Pengembangan jaminan pemeliharaan kesehatan keluarga miskin (JPK-Gakin).

Pemerintah sudah memberi biaya sekitaran 15% dari dana APBD yang dialokasikan per tahunnya untuk sediakan service kesehatan untuk rakyat miskin. Selain itu pemerintah terutama departemen kesehatan sudah mengambil keputusan ada Pertolongan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas serta jaringannya untuk tercapainya kesehatan yang rata.

Lewat satu diantara media, pemerintah mengatakan kalau Pertolongan Operasional Kesehatan (BOK) juga akan di nikmati puskesmas-puskesmas di semua Indonesia th. 2011. Jumlah dana juga bermacam dari mulai Rp75 juta per puskesmas sampai Rp250 juta per puskesmas. Hal semacam ini mengundang perhatian orang-orang yang menanti realisasi dari pemerintah dalam usaha menanggulangi persoalan gizi jelek di Indonesia.

Seperti kita kenali Indonesia adalah satu diantara negara sebagai sorotan dunia (WHO) pada persoalan gizi jelek. Sesuai sama data statistik yang ada mengenai persoalan gizi jelek, Indonesia mempunyai 10 daerah yang mempunyai tingkat Gizi Jelek teratas, diantaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten, Nusa tenggara Timur, Riau, Sumatera Selatan, Lampung serta Sulawesi Selatan.

Dalam 10 daerah ini semasing jumlah masyarakat yang menanggung derita gizi jelek sekitaran 100-500 ribu jiwa per tahunnya. Data diatas makin memperkuat kita juga akan perlunya pemerataan kesehatan untuk orang-orang miskin.

Langkah yang di ambil pemerintah sudah benar, yaitu pemerintah sudah fokus biaya kesehatan untuk rakyat miskin, dengan jadikan Puskesmas jadi wadah service kesehatan terpadu. Tetapi, apakah puskesmas yang sudah lama berdiri di tiap-tiap kecamatan ini sudah lakukan pekerjaan serta tanggung jawabnya seperti harusnya?

Tak ada kelirunya bila kita mempertanyakan hal semacam ini, karna seyogianya puskesmas juga mempunyai tanggung jawab dalam memberi penyuluhan kesehatan serta dengan transparan mengajak tiap-tiap orang-orang untuk turut rasakan Pertolongan Operasional Kesehatan (BOK) itu.

Tetapi, perasaan pertolongan itu tidak membumi dalam orang-orang kita. Hal semacam ini tampak dari perbincangan gw dengan satu diantara ibu barusan yang masih tetap belum juga ketahui kalau pemerintah sudah memberi jaminan kesehatan untuk rakyat miskin.

Jadi orang-orang yang berpendidikan kita pasti tahu kalau kesehatan itu begitu perlu untuk dijaga, hingga benarlah semboyan diatas, “Sehat itu mahal. ” Tetapi berlainan untuk rakyat miskin yang biasanya tidak berpendidikan serta tidak ketahui bagaimana melindungi kesehatan pribadi mereka sendiri.

Ini adalah satu diantara pekerjaan perlu pemerintah lewat puskesmas dalam memberi knowledge base mengenai perlunya kesehatan serta kecukupan gizi untuk orang-orang, hingga tingkat kekurangan gizi orang-orang Indonesia juga akan menyusut.

Semestinya pemerintah lebih lihat, memonitor serta mengevaluasi jalannya arus Pertolongan Operasional Kesehatan (BOK) itu, apakah sudah dipakai seperti harusnya atau tidak. Apakah pertolongan itu sudah pas pada tujuan serta bisa dirasa oleh semua orang-orang, janganlah cuma dirasa oleh segelintir orang-orang. Hingga tak ada sekali lagi orang-orang yang menyebutkan kalau sehat itu mahal serta berobat itu memerlukan uang yang banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *