UNBK SMK Sukabumi, Jumlah Komputer Terbatas

Proses ujian nasional berbasiskan computer (UNBK) tingkat SMK di Kota Sukabumi dikerjakan dalam tiga session. Hal semacam ini dikerjakan karna terbatasnya fasilitas computer yang berada di lingkungan sekolah.

Diluar itu, beberapa pelajar SMK swasta ikuti UNBK di SMK negeri karna persoalan sama. UNBK pada hari pertama ini dibagi kedalam tiga session atau gelombang, jelas Koordinator Grup Kerja (Pokja) UNBK SMK Negeri 2 Kota Sukabumi, Kartiwa pada wartawan Senin (2/4).

Session pertama kata dia dikerjakan pada jam 07. 30 – 09. 30 WIB, sesei ke-2 jam 10. 30 – 12. 30 WIB, serta session ke-3 jam 14. 00 – 16. 00 WIB. Kebijakan ini, lanjut dia, dikarenakan terbatasnya piranti computer yang berada di sekolah.

Kartiwa memberikan, jumlah pelajar yang ikuti UNBK di SMK 2 Sukabumi menjangkau sejumlah 413 orang. Rinciannya sejumlah 369 siswa SMKN 2 Sukabumi serta 44 siswa dari sekolah luar seperti SMK PGRI, SMK IT Madani, serta SMK Amal Islami.

Menurut Kartiwa, pengawasan proses UNBK di sekolahnya dipantau oleh camera closed sirkuit television (CCTV). Diluar itu beberapa siswa juga diwajibkan menaruh handphone (HP) sebelumnya masuk kedalam kelas. Hingga lanjut dia proses UNBK ini diinginkan jalan dengan lancar serta terlepas dari tindakan kecurangan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam kunjungannya ke Sukabumi Ahad (1/4) menyebutkan, persiapan UNBK tingkat SMK di Jawa barat telah baik dikerjakan. ” Persiapan UNBK lancar terlebih di kota serta di kabupaten berupaya dilancarkan, ” tambah dia

Awalannya ungkap Aher, tujuan SMA/SMK dapat 100 % menggerakkan UNBK. Tetapi, lanjut dia, apabila dalam praktiknya cuma menjangkau 90 % itu juga dinilai telah cukup bagus. Dasarnya, kata dia, jika ada kekurangan mesti selekasnya dibenahi.
Sampai sekarang ini, menurut Totok, belumlah ada laporan berkaitan masalah kebocoran masalah. Terlebih dulu, Mendikbud Muhadjir Effendy berpesan supaya siswa serta siswi yang juga akan hadapi UNBK senantiasa memprioritaskan kejujuran. Dia mengimbau, supaya semuanya peserta tidak meyakini bocoran masalah.

” Gw minta pada beberapa siswa senantiasa melindungi kejujuran serta benar-benar belajar, prestasi perlu tapi jujur yang paling utama, ” kata Muhadjir di Jakarta, Jumat (30/3).

Dengan system UNBK, kata Muhadjir, intergitas kejujuran siswa juga diinginkan dapat terbangun. Diluar itu, Muhadjir juga menanggung masalah ujian nasional berbasiskan computer (UNBK) th. 2018 akan tidak bocor. Sebab, masalah baru di buka mendekati proses UNBK.

” Masalah UNBK akan tidak bocor. Sekali lagi juga, tiap-tiap siswa mempunyai token sendiri untuk membukanya. Jadi, masalah ujiannya juga berlainan, ” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *